Valensia Edgina Harumi Rilis Buku Dining Tables of Indonesia

Mengulas makanan bukanlah hal yang mudah, selain menyelidik satu per satu bumbu yang digunakan, dibutuhkan dedikasi spartan, serta pengorbanan waktu di atas rata-rata untuk menceritakan kisah dibalik setiap hidangan yang disajikan. Belum lagi, mengenal sejarah asal-usul hidangan tersebut tercipta dan dikenal oleh banyak masyarakat.
Uniknya, walau tantangannya berat, menceritakan hidangan yang dipadukan dengan gambaran visual yang menarik terus menuai peminat. Mungkin karena ganjarannya menggiurkan. Di Aceh misalnya, terdapat hidangan yang disajikan di dalam satu desa yang tenang. Dan tanpa kita sedari, semua hidangan yang disajikan di atas meja menghubungkan satu individu ke individu lainnya. Sahabat, keluarga, dan mungkin komunitas yang baru saja kita temui beberapa jam lalu.

Buku fotografi Valensia Edgina Harumi berangkat dari konteks itu. Banyak orang ingin tahu bagaimana asal-usul hidangan disajikan, tanpa benar-benar tahu pengalaman dan sejarah yang dibalik penyajian hidangan tersebut. Dengan berbagi kisah perjalanannya, Valensia memperlihatkan tidak hanya sekadar perjalanan visual saja, namun perayaan makanan, cerita, dan hubungan yang mendefinisikan kita sebagai individu.
Judulnya Dining Tables of Indonesia. Buku ini diterbitkan tahun ini. Peluncurannya digelar minggu lalu yang diselenggarakan di The Powder Room, Bali. Dirancang 120 halaman, buku ini menyoroti berbagai aspek tentang hidangan. Dibuka dengan kisah meja makan dan berbagi hidangan, lalu disambung dengan cerita lesehan, kursi plastik yang sering kali kita temukan di rumah makan, hingga penyajian makanan di etalase.

“Proyek ini sangat pribadi untuk saya. Ini selalu tentang lebih dari sekadar makanan–ini tentang ikatan yang kita bentuk di sekitar meja. Saya berharap buku ini mendorong orang untuk menghargai keindahan momen sehari-hari yang dibagikan di atas apa yang selalu kita anggap sebuah sederhana,” ujar Valensia, di dalam siaran persnya.

Dibantu dengan Hary “Munir” Septiandri, Valensia menunjukkan sebuah pesta visual dari momen-momen yang menggambarkan kehidupan di kepulauan ini. Masing-masing gambar menampilkan keindahan kehidupan lokal dan memori kolektif yang tertanam dalam masing-masing latar. Fotografi yang ditampilkan pun memberikan nilai keindahan, kesederhanaan, serta bagaimana hidangan paling sederhana bisa dapat menjadi sebuah simbol kuat dari satu komunitas masyarakat.
Di saat pembaca menyelisik buku ini, mereka juga akan menyaksikan prosesi bagaimana meja makan berfungsi sebagai titik penggabung antara tradisi dan modernitas setiap kehidupan masyarakat. Tanpa kita sedari, meja makan juga sering kali dijadikan sebagai titik berkumpul pusat perayaan keluarga di setiap waktu-waktu penting. Meja berdiri dan membaur di antara dalam ruangan dan luar ruangan seperti tradisi dan adaptasi.
Untuk informasi lengkap, kunjungi laman profil Valensia Edgina Harumi.
