Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Perempuan Tempatnya di Dapur, Untuk Memimpin

Ermey Trisniarty di Donut Factory Serpong, Tangerang Selatan.

Pada masa lampau, perempuan dibatasi dalam tiga ranah domestik yaitu dapur, sumur, dan kasur. Pepatah itu menjadi pagar yang menahan langkah perempuan untuk bermimpi lebih tinggi dan berperan lebih jauh.

Zaman bergerak dan pepatah “dapur, sumur, dan kasur” berubah menjadi bentuk pembatasan yang lebih samar, sayangnya, kekangan itu masih sering terasa. Perempuan terus berusaha menjadikan pepatah itu bukan lagi batasan, melainkan titik tolak untuk menegaskan peran mereka dalam berbagai bidang. 

Ermey Trisniarty di dapur Dapur Cokelat. (Foto: Dapur Cokelat)

Salah satu sosok perempuan itu adalah Ermey Trisniarty—seorang Pastry Chef sekaligus pengusaha kuliner yang tidak hanya menguasai dapur, tetapi juga memimpin tim, membangun bisnis, dan memberi inspirasi bagi banyak orang.

Bagi perempuan yang akrab disapa Eyie tersebut, dapur bukan sekadar ruang memasak. Dapur adalah panggung di mana kreativitas, kepemimpinan, dan cinta terhadap cita rasa berpadu. Dia adalah sosok perempuan yang menegaskan bahwa di mana perempuan berada, di dapur sekalipun, mereka hadir bukan cuma untuk melayani tapi mampu menginspirasi.

Perjalanan 30 Tahun

Sosok perempuan sebagai pemimpin yang menavigasi bisnis produk makanan.

Eyie telah memiliki banyak bisnis baik di dalam maupun di luar negeri, dan perjalanan panjang itu tentu dipenuhi dengan tantangan. Menurutnya, memulai dengan langkah kecil namun selalu konsisten adalah kunci dari perkembangan setiap bisnisnya. “Saya suka untuk mulai dari (skala) kecil dengan bekal ilmu dan skill yang sudah saya punya. Kemudian bersama tim dipelajari poin-poin penting yang bisa menjadi evaluasi dalam prosesnya.”

Dalam perjalanan bisnis, Eyie percaya bahwa rangkaian proses yang berjalan perlahan justru memberikan waktu untuk benar-benar menilik setiap pelajaran yang ada. “Waktu memulai dari nol kita bisa liat ruang-ruang untuk improvement, dibanding kalau kita di awal langsung mulai dengan besar (dana), kita tidak mendapatkan prosesnya.”

Bukan Usaha Sendiri, Melainkan Timnya yang Luar Biasa

Ermey Trisniarty bersama para pramusaji di Donut Factory Serpong.

Menjadikan hobi sebagai bisnis punya tantangan tersendiri: tidak mampu membuat keputusan yang objektif karena idealisme pribadi. Ketika ditanya bagaimana pendekatannya saat harus mengambil keputusan bisnis, Eyie menjelaskan peran penting tim yang menyertai langkahnya. “Sebagai manusia, walaupun sudah menjadi seorang ahli, kita pasti punya keterbatasan. Saat menghadapi situasi sulit untuk mengambil keputusan bisnis, peran tim akan sangat terasa.”

Esensi Seorang Pengusaha

“Namanya juga pengusaha–usaha. Di situ esensi dari seorang entrepreneur. Apalagi moms-preneur yang harus membagi waktu untuk keluarga: suami dan anak-anak. Namun, jangan biarkan alasan tersebut membuat takut untuk mencoba.”

Perempuan terus berusaha untuk memerdekakan dirinya dari berbagai batasan yang membelenggu. (Foto: Akeyodia Business Coaching Firm)

Eyie berbagi empat faktor penting yang dapat membantu pemula melihat jalur bisnis dengan lebih jelas. Pertama, memilih produk yang tepat—artinya, benar-benar memahami komoditas yang akan dijual. Kedua, mengenali pasar sasaran dengan sudut pandang seorang konsumen, agar kebutuhan mereka bisa terbaca dengan lebih jernih. Ketiga, membangun tim yang solid, karena di era serba cepat ini, mustahil mengisi semua peran sendirian. Terakhir, menetapkan tujuan, bukan sekadar untuk memotivasi, tetapi sebagai alat ukur sejauh mana seorang pengusaha telah melangkah.

Sukses yang Bukan Sekedar Uang

Setelah puluhan tahun menapaki perjalanan sebagai pengusaha, Ermey Trisniarty menemukan makna sejati dari kesuksesan: membuka peluang bagi orang lain. “Buat saya, sebaik-baiknya manusia adalah yang bisa memberi manfaat. Itu yang benar-benar berarti dalam hidup saya,” tuturnya penuh keyakinan. Dari keyakinan itulah lahir Eazy Baking—sebuah studio belajar memasak yang ia dirikan dengan satu tujuan mulia: memberdayakan perempuan agar mampu mandiri dan mendapatkan penghasilan tambahan melalui dunia baking.

Show CommentsClose Comments

Leave a comment