Museum MACAN Mengajak Anak dan Keluarga Menemukan Kembali Arti “Rumah” Nusantara

Museum MACAN menghadirkan ruang yang mengajak Anda melambat dan pulang. Mulai 20 November 2025 kemarin, Ruang Seni Anak Museum MACAN mempersembahkan UMA—sebuah instalasi interaktif karya kolektif arsitek perempuan Indonesia, Ibu Arsitek, yang dirancang sebagai pengalaman hangat dan reflektif bagi anak-anak dan keluarga.
UMA adalah perjalanan kecil untuk mengenali kembali Nusantara sebagai rumah bersama. Terinspirasi dari kearifan leluhur yang memandang manusia dan alam sebagai satu kesatuan, instalasi ini mengajak Anda, khususnya generasi muda untuk menjelajahi bentang alam, tradisi, dan cara hidup masyarakat Indonesia yang tumbuh selaras dengan lingkungan.
Nama uma sendiri memiliki makna mendalam. Dalam bahasa daerah, uma berarti “rumah” sekaligus “ibu”. Dari makna inilah ruang ini dibangun; sebagai tempat berlindung, belajar, dan tumbuh. Di dalam galeri, anak-anak diajak untuk berinteraksi melalui ilustrasi dan wayang kertas yang menggambarkan keanekaragaman hayati Nusantara.
Anak-anak juga dapat merancang dan menyusun model rumah tradisional dari modul-modul sederhana. Perlahan, ruang ini berubah menjadi dunia mini—merupakan hasil kolaborasi banyak tangan kecil yang membangun rumah bersama.

Keistimewaan UMA terletak pada pendekatan multisensorinya. Begitu masuk ruang pamer, pengunjung diajak melepas alas kaki dan berjalan tanpa sepatu untuk merasakan tekstur demi tekstur yang merepresentasikan lanskap Nusantara.
Lantai kaca biru dari Himalaya Abadi beriak seperti laut, undakan berlapis tanah liat dan karpet dari FIO menghadirkan sensasi bumi. Sementara dinding bertekstur hasil kolaborasi dengan Mowilex memperkaya pengalaman visual. Di langit-langit, panel reflektif TACO menciptakan permainan cahaya, dipadu kabut lembut beraroma tanah dari ATSIRI dan lanskap suara alam serta musik tradisional garapan hara.
Melalui pengalaman ini, anak-anak diajak memahami bahwa rumah tradisional Nusantara dibangun dengan mempertimbangkan alam, cuaca, dan kehidupan bersama. UMA menjadi pengingat lembut tentang bagaimana leluhur merawat bumi dan bagaimana generasi hari ini dapat meneruskannya. Setiap elemen mengingatkan bawa Nusantara adalah ruang hidup yang kaya akan rasa, bunyi, dan cerita.

“Proyek ini adalah panggilan untuk terhubung kembali. Saya berharap UMA bisa hadir sebagai jembatan antara manusia dan alam, perkotaan dan pedesaan, leluhur dan penerus, serta tradisi dan kebaruan. Kita semua bisa hidup berdampingan.” Ujar Nin Djani, Kurator Edukasi dan Program Publik, Museum MACAN, dalam siaran persnya.
UMA dapat dikunjungi di Ruang Seni Anak Museum MACAN sejak 29 November 2025 hingga 12 April 2026, serta menjadi destinasi ideal bagi keluarga yang ingin menikmati seni sekaligus menanamkan kecintaan pada Nusantara sejak dini.
Untuk informasi lengkap, kunjungi Museum MACAN.
