Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

5 Rekomendasi Buku untuk Mengenal Kota Jakarta

(Foto: Sincerely Media)

Buku adalah jendela dunia. Dengan membaca buku, kita dapat menambah banyak wawasan. Sebagian buku juga berisi informasi yang sangat seru untuk kita baca dan pelajari. Bulan ini, kami mengumpulkan lima buku terbaik tentang Jakarta. Berikut daftarnya:

Buku Jakarta Sejarah 400 Tahun karya Susan Blackburn. (Foto: Komunitas Bambu)

1. Jakarta Sejarah 400 Tahun (Susan Blackburn)
Saat Anda membaca judul buku ini, mungkin terdengar seperti bacaan yang cukup berat. Namun, buku ini berhasil diceritakan dengan ringan dan penggambaran yang detil hasil riset selama bertahun-tahun. Buku setebal 416 halaman ini menceritakan sejarah Kota Jakarta mulai dari awal dibangun pada tahun 1800 silam dengan koloni bangsa Eropa hingga 1985 pada awal pemerintahan Gubernur Ali Sadikin. Di awal terbitnya pada tahun 1987 buku ini sempat dilarang beredar di Indonesia, namun seiring berjalannya waktu buku ini menjadi salah satu referensi buku yang disukai oleh banyak penyuka sejarah.

Buku Jakarta: A Dining History karya Kevindra Soemantri. (Foto: Gramedia Pustaka Utama)

2. Jakarta: A Dining History (Kevindra Soemantri)
Jakarta menjadi tuan rumah bagi puluhan ribu hidangan dan restoran yang terbagi dari beberapa zaman. Keanekaragaman kuliner di Jakarta menjadi salah satu daya tarik para wisatawan yang berkunjung, fenomena ini membuat Kevindra Soemantri, seorang penulis kuliner kondang membagi tema bukunya per era dalam buku setebal 242 halaman. Dimulai dari era Batavia pada abad ke-19, saat restoran dan kafe Prancis mulai merajalela. Lalu, petualangan dilanjutkan pada tahun 1970 dan 1980  yang semarak dengan restoran bintang lima dan tren gerai makanan siap saji. Sementara, di era 1990-an, mulai bermunculan gerai food court di pusat perbelanjaan menjadi babak baru perburuan kuliner bersamaan dengan perkembangan restoran dan tempat jajanan di pinggir jalan. Buku terbitan Gramedia Pustaka Utama pada 2021 ini juga tersedia dalam format e-book.

Buku Jakarta Panduan Wisata Tanpa Mal karya Ade Mulyani & Wieke Dwiharti. (Foto: Gramedia Pustaka Utama)

3. Jakarta Panduan Wisata Tanpa Mal (Ade Mulyani & Wieke Dwiharti)
Berlibur di kota besar bukan berarti hanya menghabiskan waktu di mal saja. Jakarta dikenal memiliki spot-spot yang terbilang lengkap; taman, museum, pasar, sejaran, kebun binatang, serta hobi. Sejak tahun kelahirannya pada 1527 silam, Jakarta masih dikenal dengan sebutan Queen of the East. Jakarta dikenal sebagai salah satu kota indah dan unik dengan seribu daya tarik yang selalu berhasil memikat wisatawan saat berkunjung. Selain turis atau wisatawan, Jakarta layak untuk dijejal oleh masyarakatnya sendiri. Dalam e-book 284 halaman terbitan Gramedia Pustaka Utama ini, Anda akan dipandu untuk menemukan tempat wisata alternatif menarik yang bisa Anda lakukan bersama keluarga, tanpa memupuk jiwa konsumtif.

Buku Tempat Terbaik di Dunia karya Roanne Van Voorst. (Foto: Marjin Kiri)

4. Tempat Terbaik di Dunia (Roanne Van Voorst)
Dikenal sebagai kota metropolitan, Jakarta memang memberikan kesan ‘mewah’ untuk siapapun yang berkunjung, walau hanya dalam waktu sebentar. Namun, sama seperti dengan gemerlap kota mewah lainnya, Jakarta memiliki berbagai tempat-tempat kumuh yang mungkin tidak kita sedari keberadaannya. Buku karangan antropolog asal Belanda ini berhasil mengulik semua kesederhanaan dan kemampuan para penghuni tempat kumuh di Jakarta. Masing-masing lokasi disamarkan, sehingga Anda hanya dapat menerka-nerka dari petunjuk yang diberikan oleh sang penulis.

Buku Jakarta Sebelum Pagi karya Ziggy Zeszyazeoviennazabrizkie. (Foto: Gramedia Pustaka Utama)

5. Jakarta Sebelum Pagi (Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie)
Berpindah dari sejarah kota Jakarta, Erat hadir dengan satu pilihan novel fiksi bercerita tentang kisah Emina dan penggemar rahasianya. Buku ini menceritakan tentang Emina yang selalu dikirimkan bunga diiringi dengan catatan kecil mengenai cerita dibalik tempat-tempat historis di Jakarta. Alur ceritanya menarik dan bahasa yang digunakan juga memikat para pembacanya. Anda akan disuguhkan sejarah tempat-tempat tua di Jakarta di setiap lembarnya. Uniknya, banyak pembaca yang  selesai membaca buku ini, mulai  jatuh cinta dengan suasana Jakarta saat dini hari, ketika jalanan mulai kosong dan hanya ada lampu setengah redup yang menerangi kota sibuk ini.

Show CommentsClose Comments

Leave a comment